Home » , , » MEMILIH PC UNTUK DIGITAL HOME RECORDING

MEMILIH PC UNTUK DIGITAL HOME RECORDING

1. PENDAHULUAN
Memberi sebuah Personal Computer (PC) bukan lah hal yang mudah dan cepat, banyak
tahap-tahap yang harus dilalui sebelum menentukan pilihan. Mulai dari menentukan untuk apakah
PC tersebut akan kita gunakan, spesifikasi yang kita butuhkan, merek, dan yang terpenting adalah
dana kita. Dengan memahami tahap-tahap tersebut, kita akan lebih mudah menentukan PC apa
yang akan kita buru sehingga tidak akan lagi muncul kasus semacam PC gaming high-end tapi
digunakan untuk keperluan office dan sebaliknya.
Maksud dari Digital Home Recording adalah peralatannya (komputer pc/laptop, kabel
midi, program musik audio & MIDI) berskala rumah tinggal, ringkas dan tidak banyak menyita
ruangan dalam rumah dan juga praktis, bisa dipindah-pindah serta mudah dalam penggunaannya.
Digital Home Recording tidak bisa dianggap murahan atau rumahan tetapi Digital Home
Recording bisa menghasilkan hasil rekaman yang berkualitas. Digital Home Recording
mempunyai bagian yang terpenting yaitu program atau software musik untuk merekam dan
penyuntingan (editing) yang merupakan roh dari suatu sistem komputer untuk melakukan proses
merekam audio yang digabung dengan data MIDI.
Selain komputer & software audio & MIDI recording yang berfungsi sebagai Perekam
dan pemroses, ada komponen lainnya yaitu penghasil data berupa alat musik dan Mikrofon
2. RUMUSAN MASALAH
Spesifikasi Hardware Apakah yang dibutuhkan untuk membuat sebuah PC guna Digital
Home Recording ?
Untuk mendapat kualitas audio terbaik sudah pasti soundcard adalah solusi utama untuk
mencapai tujuan tersebut. Banyak sekali soundcard di pasaran. Selain sesuai dana, kita harus
mempertimbangkan fitur-fitur dari soundcard tersebut. Selain itu, memilih komponen pendukung
untuk recording audionya harus sesuai dengan kebutuhan kita. Bagaimana mengoptimalkan
soundcard dan komponen pendukung lainnya?

3. PEMBAHASAN
Komponen-komponen pembangun sebuah PC untuk Digital Home Recording adalah
sebagai berikut :
a. HardDrive atau HardDisk
Terkadang susah menemukan hard disk bermerek yang sesuai spek. Namun yang
terpenting gunakan hard disk dengan speed minimal 7200rpm atau yang lebih
optimal lagi adalah 10000rpm. Sangat tidak dianjurkan memilih speed hardisk
5400rpm. Karena waktu recording disk berputar terus dan ini memerlukan kecepatan
tinggi untuk akurasi penerimaan dan penulisan input. Meminimalis delay atau waktu
tunda atau latency. Misal waktu jreng gitar atau membunyikan alat musik lainnya
seketika lansung diterima oleh software recording(latency mendekati 0 detik).
Gunakan Kapasitas hardisk seoptimal mungkin karena jenis data yang digunakan
software digital recording biasanya sangat besar, terutama pada penggunaan sample
rate yang tinggi.
FAQ (Frequently Ask Question)
Q : Merek??
A : Seagate Sata(lebih baik SATA dari pada IDE) adalah yang paling umum,
karena beberapa jenis dapat memberikan speed sesuai rekomendasi di
atas. Merk lain juga boleh misal WD raptor, Hitachi, dll
Q : Harga??
A : Sangat fluktuatif, bisa dilihat di brosur-brosur pameran. Minimal 1,5juta.
b. Processor
Dalam recording, komputer dapat hidup berjam-jam dengan memaksimalkan
fungsinya. Software recording tidak seperti game yang membutuhkan kinerja
maksimal di semua lini PC. Sudah pasti pemilihan processor yang tidak cepat panas
tapi memiliki kinerja optimal adalah solusi terbaiknya. Minimal dual core, Pentium
atau AMD terserah sesuai selera. Kedua jenis processor itu dapat bekerja maksimal
berjam-jam lamanya tanpa mengkhawatirkan suhu dan performanya terutama ketika
melakukan squencer.
FAQ (Frequently Ask Question)
Q :AMD cepat panas jika digunakan dalam waktu lama terutama??
A :Memang AMD memiliki suhu relatif lebih tinggi sehingga daya tahan
terhadap panas lebih bagus dari pada pesaingnya.
Q : Rekomendasi??
A : Apapun, asal jangan processor kelas dua seperti celeron dan dual core
rendahan.
Q : Bagaimana dengan Motherboard??
A : Tidak terlalu masalah, hampir semua motherboard sekarang dapat terintegrasi
dengan soundcard external.
c. VGA
Terkadang dalam recording, kita memerlukan dua monitor untuk melihat aplikasi
yang sedang digunakan. Misal beberapa squencer membutuhkan dua tampilan yaitu
edit window dan mixer window. Kedua fasilitas tersebut biasanya dimiliki oleh VGA
card out board tetapi beberapa onboard VGA juga sudah mendukung fasilitas ini.
FAQ (Frequently Ask Question)
Q : Ada rekomendasi merk??
A : Untuk VGA masih dipegang 2 pabrikan utama yaitu ATI dan Nvidia
Q : Spesifikasi??
A : Beberapa VGA yang suport dualport misalnya Jaton nVIDIA GeForce
FX5200 Dual VGA Video Card atau ATI Fire GL V7300 Graphics Adapter.
Q : Mahal juga ya??
A : Beberapa onboard VGA juga memiliki fasilitas multimonitor, tinggal
bagaimana mengoptimalkannya.
d. RAM
Beberapa software recording seperti Nuendo, GuitarRig, Cubase, Sonar, dll
memerlukan RAM minimal 512Mb, recommended 1Gb. Penggunaan lebih dari satu
macam software pasti memerlukan jumlah RAM yang lebih tinggi
FAQ
Q : Rekomendasi besar RAM??
A : Tergantung software yang sering kita gunakan. Bacalah system requirement
dari software tersebut, sebagai patokan gunakan recommended nya untuk
mendapat hasil optimal.
e. Power Supply
Jika PC tersebut hanya menggunakan sebuah harddisk, power supply dengan
daya 350W-400W sudah cukup.
FAQ
Q : Rekomendasi??
A : Banyak sekali, gunakan yang stabil. Sebagai optimasi, gunakan jenis yang
memiliki cadangan energi terutama ketika listrik mati sehingga kita memiliki
kesempatan untuk menyimpan hasil recording kita terlebih dahulu.
f. Soundcard
Soundcard adalah sebuah alat, yang mengubah sinyal audio analog (yang keluar
dari gitar, kibor, mic) menjadi digital (10100101010), agar bisa dibaca oleh
komputer, dan disimpan sebagai data .wav atau .mp3 atau lainnya. (proses merekam).
Soundcard sangat menentukan kualitas audio yang terekam dengan audio yang
diputar. Hal yang perlu diperhatikan adalah latency, soundcard recording yang baik
harus mempunyai latency yang sangat kecil bahkan mendekati nol karena kita tidak
mau sinyal audio yang direkam, akan sepersekian detik terlambat. rata rata soundcard
onboard standar komputer PC, memiliki latency yang cukup besar. sehingga tidak
dianjurkan untuk melakukan multitrack recording dengan soundcard onboard. Di
panggung, memainkan alat musik drum, bass, gitar, vokal, dsb dilakukan secara
bersamaan. Tetapi pada recording, TIDAK HARUS bersamaan, bisa sendiri sendiri
kemudian digabung yang disebut dengan MULTITRACKING. Tiap track harus tidak
boleh ada terlambat sepersekian detik dari track yang lain. Untuk alasan inilah,
mengapa soundcard yang dipilih harus zero latency.
FAQ
Q : Tips-tips memilih soudcard??
A : Berikut tips-tipsnya
- Koneksi
Koneksinya sih paling ada 3 macem, yaitu PCI, USB, dan FIREWIRE.
PCI jelas diperuntukkan untuk PC desktop. USB, ini adalah koneksi untuk
soundcard eksternal langsung plug n play dan sangat mudah selain itu
sangat cocok untuk mobile recording, dengan laptop ataupun dirumah.

FIREWIRE, ini bentuk koneksi yang lebih cepet dari usb. Biasanya
membutuhkan firewire port.
- Kualitas Sampling
Hal yang harus diperhatikan dalam memilih sound card yaitu resolusi
dan sample rate-nya, misalkan 16bit/44.1KHz, 24bit/96KHz,
24bit/192KHz dll. Singkatnya semakin besar resolusi maupun sample ratenya
kualitas suara yang dihasilkan akan semakin baik walaupun pada
akhirnya lagu akan di-burn ke CD yang hanya memiliki resolusi
16bit/44.1KHz. Biasanya soundcard yang kualitas "Digital Home
Recording" mempunyai sampling 24bit/96khz. Jarang yang sampai
192khz. Susah untuk mendengan perbedaannya terutama bagi telinga orang
awam, jadi jangan khawatir gunakan angka 24bit/96khz sebagai standart
saja.
- INPUT / OUTPUT
Seberapa banyak input yang bisa diterima secara simultan?
Seberapa banyak output yang bisa dikeluarkan secara simultan?
Semakin banyak jumlah inputnya maka semakin banyak instrumen /
sumber suara yang dapat kamu rekam secara bersamaan pada satu waktu,
misalkan buat merekam drum dibutuhkan 8 input sehingga snare, tom,
floor, kick, crash, chinese, ride, hihat dll dapat direkam secara bersamaan
dengan masing-masing track yang terpisah. Tetapi, apabila hanya ingin
merekam gitar, bass, vokal atau keyboard secara overdub (satu-persatu /
dalam waktu yang ga bersamaan) maka cukup menggunakan sound card
yang memiliki 2 input. Selain itu, biasanya sound card juga memiliki
fasilitas koneksi yang berbagai macam seperti digital I/O S/PDIF, AESEBU,
MIDI dll
Q : Merk dan Harga??
A : Untuk rentang harga 1-5juta (Februari 2010)
1. ECHO mia midi (PCI)
2. ESI julia (PCI)
3. ECHO audiofire 2 (firewire)
4. ECHO audiofire 4 (firewire)
5. CME matrix K (firewire / usb)
6. ESI duafire (firewire)
7. NATIVE INST audio kontrol 1 (usb)
8. MBOX 2 (usb)
9. EDIROL UA-4FX (usb)
10. LINE6 toneport ux1 (usb)
11. LINE6 toneport ux2 (usb)
12. LINE6 toneport kb37 (usb)
13. PRESONUS inspire 1397 (firewire)
14. APOGEE duet (firewire)
15. M-AUDIO fast track (usb)
16. FOCUSWRITE saffire (firewire)
17. M-AUDIO firewire 410 (firewire)
18. EMU 0202 (usb)

g. Microphone
Microphone adalah alat penerima sumber suara (source) akustik yang diubah
menjadi sinyal analog, dialirkan melalui kabel/nirkabel ke PC. Microphone memiliki
beberapa type, yaitu Dynamic, Kondensor dan Cardioid. Beberapa Tipe Microphone :
- Mic type Dynamic atau disebut mic biasa termasuk mic yang memiliki
sensitivitas rendah.. Seperti kebanyakan mic yang digunakan untuk keperluan
mimbar, karaoke, dll.
- Mic type Condensor merupakan mic yang sangat sensitive. Jangkauannya
sangat kuat, sehingga sering menimbulkan feedback (gaung) dan kemungkinan
noise yang timbul cukup besar. Mic jenis ini tidak mampu mengalirkan sinyal
bila tidak dibantu oleh Phantom Power yang terdapat pada mic pre –amp,
karena sifatnya pasif.
- Mic Cardioid adalah type yang terbaik untuk kelas rekaman profesional. Type
ini sebenarnya sejenis mic dynamic dengan jangkauan terbatas, sensivitas
tinggi. Umumnya type ini digunakan untuk take vocal. Suara yang diterima
natural dan jernih.
FAQ
Q : Merk dan Harga??
A : Berkisar 1 s.d 5 jt. Seperti merk terkenal BEHRINGER B-2, SHURE KSM 44,
RODE NT-1. Umumnya type ini digunakan untuk take vocal. Suara yang
diterima natural dan jernih.
h. Speaker dan Headphone
Speaker atau sering disebut speaker monitor dalam dunia recording berbeda
dengan speaker rumahan atau speaker komputer yang umum. Speaker komputer biasa
dirancang untuk mendengarkan lagu sudah jadi. Sudah melalui proses mastering dan
mixing. Atau kita mengenalnya sebagai Hi Fi. Tetapi monitor dalam recording kita
memerlukan speaker yang disebut dengan speaker Flat. Dan ini harganya memang
cukup mahal dan makin kelas makin mahal. Biasanya ini adalah speaker aktif.
Saat mulai mendengarkan maka kebutuhan akan headphone menjadi sangat
penting karena pada saat mixing dan mastering kita akan mengatur balance suara dari
setiap track. Ingin mengatur tingkat volume, stereo dan bahkan surround masingmasing
instrumen.
FAQ
Q : Merk dan Harga??
A : Merek Speaker mulai Samson sampai ke JBL, untuk Headphone sangat
direkomendasikan bermerk Sennheiser. Ada Harga ada kualitas.
4. KESIMPULAN DAN SARAN
a. Kesimpulan
Ternyata tidak diperlukan lagi membayar mahal-mahal untuk sewa shift studio
profesional, sudah banyak yang bisa kita lakukan di rumah sendiri, tanpa
mengesampingkan kualitas rekamnya.
Semakin banyak plug-in yg digunakan, semakin tinggi kinerja processor yg dibutuhkan.
Semakin banyak channel, semakin banyak data/file yg di baca/load, berarti semakin
membutuhkan transfer data dari HardDisk yg cepat dan semakin membutuh RAM yg
besar untuk mnyimpan, serta semakin tinggi kinerja processor yg digunakan untuk
mengolah data.
b. Saran
Semua ada 'jalan keluar' nya seandainya performance komputer kita terbatas (Semisal
tidak dana buat beli yg lebih baik atau upgrade).
Meminimize kebutuhan kinerja processor
misal nya: bounce/mix track yg ada memiliki banyak plugin nya ke track kosong (ingat,
semua nya pengaruh, level channel maupun level master, perhatikan juga clip nya).
Sehingga kita akan memiliki track pengganti yang tanpa plugin, tapi track tersebut sudah
'built-in' plugin. Jadi track yang ada plugin nya bisa di delete.
saran: jangan buang track/file/plugin aslinya (yang sebelum di bounce/mix), mungkin
suatu saat dibutuhkan. Lebih baik save-as project dengan nama file lain.
hasil: bila semua track yg ada plugin nya sudah di bounce/mix ke suatu track lain,
sehingga tidak ada plug-in yg aktif, akibatnya kinerja processor yg dibutuhkan jadi
minim.
atau cara lainnya yg bisa membuat kinerja processor jadi minim, seperti memangkas
program windows, me-non-aktifkan feature/program yg tidak dibutuhkan, dsb.
Meminimize kebutuhan transfer data yg tinggi
misal nya : beberapa track yang bisa dijadikan 1-track (misal 8-ch track drum), setelah
kita set sedemikian rupa sampai sesuai, kita bounce/mix ke 1-ch track kosong (termasuk
plug-in nya). nah, 8-ch track tadi kan sudah terwakili dengan 1-ch track baru, jadi 8-ch
eksisting bisa di delete. dst untuk track lain yg bisa di jadikan 1-track.
saran: jangan buang track/file/plugin aslinya (yang sebelum di bounce/mix), mungkin
suatu saat dibutuhkan. Lebih baik save-as project dengan nama file lain.
hasil: hal diatas akan meminimize transfer-data, sehingga meminimize kebutuhan HD,
RAM dan kinerja processor. Cara lainnya dengan memanfaatkan feature 'compact data'
(misal pada software cakewalk), membuang audio/wave yg kosong, dll.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Pageviews last month

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. KRISNA MUSIC SEMARANG - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template